Wednesday, September 5, 2012

MENGENAL DIABETES MELLITUS LEBIH DEKAT


Diabetes Mellitus adalah suatu kondisi, di mana kadar gula dalam darah lebih tinggi dari biasa/normal. (Normal: 60 mg/dl sampai dengan 145 mg/dl), ini disebabkan tidak terdapat atau kekurangan atau resisten terhadap insulin.

Diabetes Mellitus dapat dikontrol. Kadar gula dalam darah akan kembali seperti biasa atau normal, dengan merubah beberapa kebiasaan hidup seseorang.
Yaitu:
  1. Mengikuti suatu Susunan Makanan yang Sehat dan makan secara teratur.
  2. Mengawasi/menjaga berat badan.
  3. Memakan obat resep dokter.
  4. Olahraga secara teratur.

Tanda-tanda Diabetes Mellitus mulai menyerang

Monday, September 3, 2012

TEKNIK POLIPLOIDISASI PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio L.)

TEKNIK POLIPLOIDISASI PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio L.)
Rila Sidika Shofiana
Mahasiswa Biologi – Universitas Negeri Malang
Poliploidi
Manipulasi kromosom memungkinkan untuk memproduksi ikan yang poliploid khususnya triploid dan tetraploid, gynogenetik dan androgenetik baik homozigot maupun heterozigot. Organisme poliploid terbentuk melalui proses yang disebut induksi poliploidisasi. Pada umummnya hampir semua spesies pada setiap individunya mempunyai dua perangkat kromosom (diploid) dan sebagian ada yang mengalami perubahan jumlah perangkat kromosomnya. Poliploidi adalah

EMBRIOGENESIS PADA PINUS (Pinus mercusii)

EMBRIOGENESIS PADA PINUS
Rila Sidika Shofiana
Biologi- UM 
Pinus merupakan anggota Coniferales yang paling terkenal, karena peranannya yang cukup besar terutama untuk diambil kayunya. Kayu- kayu dari pohon Pinus ini banyak manfaatnya untuk manusia. Pada Pinus terdapat alat kelamin jantan dan alat kelamin betina dalam satu pohon. Alat perkembangniakan berupa conus, yaitu kumpulan dari sporofil yang susunannya lebih rapat. Penyerbukan dibantu oleh angin, serbuk sari diterbangkan oleh angin hingga mencapai mikropil.
Setelah terjadi penyerbukan (benang sari menempel pada mikropil) dan terjadi fertilisasi maka akan terbentuk zigot. Selanjutnya zigot ini akan membelah terus menerus hingga tebentuk embrio. Di sinilah proses embryogenesis dimulai. Perkembangan embrio atau embriogenesis pada Pinus terjadi setelah

GIANT CHROMOSOME ( KROMOSOM RAKSASA ) PADA Drosophila melanogaster

Kromosom adalah suatu molekul asam nukleat yang melakukan repliksi sendiri serta mengandung sejumlah gen. Pada struktur tertentu kromosom tersusun dari DNA dan protein dan ditemukan dalam inti sel eukariot (Brown 1989 dalam handout A.D Corebima)

Pada kelenjar ludah lalat buah Drosophila melanogaster ditemukan kromosom yang berukuran lebih besar dari ukuran kromosom normal, yang biasa disebut kromosom raksasa (polytene chromosom). Menurut Kimball, 1998, kromosom raksasa ini memiliki

Tuesday, August 21, 2012

KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP




Tujuan pengklasifikasian makhluk hidup adalah
1.      untuk menyederhanakan obyek studi yang beraneka ragam dengan didasarkan kepada adanya persamaan ciri dan perbedaan yang dimiliki makhluk hidup.
2.      Mendiskripsikan ciri-ciri makhluk hidup agar mudah dikenali jenisnya
3.      Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan cirinya
4.      Mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup yang satu dengan yang lainnya
5.      Mempelajari evolusi makhluk hidup atas dasar kekerabatannya.
Klasifikasi Makhluk Hidup
Pada 1969, ilmuwan Biologi R. H. Whittaker, membagi makhluk hidup menjadi lima kingdom, yaitu kingdom monera, protista, fungi, plantae, dan ani malia. Sistem ini banyak digunakan para ilmuwan biologi. Pembagian lima kingdom ini didasarkan pada susunan sel dan cara hidup dalam pemenuhan kebutuhan makanan. Klasifikasi tersebut adalah sebagai berikut.

Monday, August 20, 2012

CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP


CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP

CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP:
1.      Bergerak
Semua makhuk hidup dapat bergerak, gerakan pada hewan dan manusia termasuk gerak aktif yang dapat berpindah pindah tempat sedangkan tumuhan gerakannya pasif (tidak dapat berpindah tempat).

2.      Memerlukan makanan, air dan oksigen
Makanan diperlukan oleh makhluk hidup sebagai sumber energi, untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel yang rusak. Tumbuhan hijau memperoleh makanan dengan memproduksi sendiri. Tumbuhan hijau sebagai produsen mengolah zat-zat anorganik menjadi zat organic melalui proses fotosintesis.
Fotosintesis adalah proses pembuatan makanan oleh tumbuhan hijau dengan bantuan cahaya. Tumbuhan tak berhijau daun, hewan dan manusia tidak dapat membuat makanan sendiri. Mereka memanfaatkan makanan dari hasil fotosintesis tumbuhan hijau dan sumber lain dari hewan dan alam.


 3.      Peka terhadap rangsangan (iritabilitas)
Makhluk hidup peka terhadap perubahan yang terjadi disekitarnya. Alat pengenal lingkungan pada manusia dan hewan berupa indra. Indra peka terhadap rangsang. Rangsang dapat berupa